• jobs in sales , sales jobs
  • Terbaru

  • Pilih Topik

Yang Kita Lakukan Setelah “SP” Pertama

Pernahkah anda mendapat ‘Surat Peringatan’ (SP) pertama atas kesalahan yang anda lakukan di kantor? Kalau pernah, bagaimana perasaan anda? Malu, keki, gengsi, atau sedih? Memang, banyak yang merasa ‘down’ setelah mendapatkan SP pertama. Karena SP merupakan teguran tertulis yang membuat anda masuk dalam ‘black list’ karyawan. Akibatnya, kerja semakin tak bergairah karena merasa ‘malu’ menerima SP. Bahkan ada sebagian orang yang merasa karirnya tinggal sebentar lagi. Continue reading

Advertisements

POLITIK KANTOR (3)

Berpolitik agar ‘dilirik’ atasan

Politik di tempat kerja ikut menentukan peningkatan karier anda.Oleh sebab itu, Anda perlu menentukan sikap dan menciptakan kesan dan citra diri yang bagus di depan orang lain, terutama atasan anda.

Yang perlu anda lakukan adalah membekali diri dengan perencanaan-perencanaan yang bisa mengembangkan karir anda, yang anda dpatkan dari penangkapan-penangkapan di sekeliling anda, seperti atsmosfer kantor, jenis hubungan dengan atasan, tipe karyawan seperti apa yang gampang diterima dimana-mana, sampai tipe karyawan yang mudah mendapat promosi. Continue reading

POLITIK KANTOR (2)

Mengenali ‘tokoh politik’…

Karena politik kantor itu melibatkan orang-orang tertentu, gaya berinteraksi dan komunikasi antarpersonal, serta upaya mengembangkan hubungan taktis dan melancarkan pekerjaan, maka yang perlu anda perhatikan atau cari adalah Continue reading

POLITIK KANTOR (1)

Sebagaimana sebuah negara, kantor juga mempunyai politik, tak terkecuali kantor anda.Sebagai ‘warga negara’ yang baik, semestinya anda memahami arah politik kantor anda, karena mau tidak mau anda bersinggungan dengan hal ini dan tak mungkin menghindarinya begitu saja.Mungkin anda beranggapan istilah ‘politik’ terlalu mengerikan dan berkootasi negatif karena hal-hal yang berbau politik itu selalu berkaitan dengan intrik-intrik dan kelicikan. Memang, kalau tak pandai-pandai, Anda bisa terjebak di dalamnya, atau lebih buruk lagi Anda menjadi ‘korban politik’.Sebelum itu terjadi , ada strategi-strategi yang perlu anda ketahui. Continue reading

Penulis Sebagai Sebuah Alternatif Karir

Oleh: Onno W. Purbo

Mengarang, menulis, tata bahasa dan pelajaran bahasa Indonesia barangkali merupakan pelajaran paling memuakan pada saat kita di sekolah menengah. Tidak heran jika penulis dan jurnalistik pada akhirnya bukan merupakan sebuah karir yang dicita-citakan oleh banyak anak Indonesia, kalah jauh dibandingkan dengan Insinyur, dokter, dan pilot atau mungkin jendral. Continue reading

Optimis Saat Berburu Kerja

Bahkan kadang kecemasan yang melanda para pencari kerja berubah menjadi ketakutan dan kekhawatiran. Persaingan yang sedemikian berat membuat mereka merasa pesimis mendapatkan pekerjaan. Padahal sikap seperti ini tidak perlu ada. Sikap pesimis hanya membuat Anda kehilangan gairah untuk menangkap peluang terbaik.
Continue reading

Menghadapi Rekan Kerja Childish

Punya temen yang manja dan childish di kantor kayanya sih asyik-asyik aja. Selama kekanakan dan kemanjaannya tidak mengganggu yang lain. Bahkan kadang teman kaya gini bisa jadi temen yang asyik untuk cerita dan bercanda saat lagi suntuk. Tetapi, kadang ada juga lho teman yang manjanya kelewatan dan sampai mengganggu anda.

Saking manjanya ia seringkali minta tolong ini dan itu, sehingga teman seperti ini terkesan tidak mandiri sama sekali. Mulai minta tolong untuk membantu pekerjaannya sampai minta tolong untuk hal-hal di luar pekerjaan seperti minta ditemenin nunggu taksi, minta tolong nelponin ibunya dan lain-lain.

Sulitnya, caranya meminta bantuan disampaikan dengan gaya yang manja dan kenes abis. Misalnya begini, “Aduh..tolongin aku dong bantuin kerjaanku, aku lagi pusing nih. Kamu pasti mau kan nolong aku…kamu baik deh..!”.

Repotnya, teman yang satu ini kalau permintaannya ditolak akan terus merajuk dan merayu dengan mimik dibuat semelas mungkin. Sebagai teman yang baik dan mudah iba, biasanya anda nggak bisa menolak dan tergerak membantunya. Kalau sekali dua kali mungkin bisa dimaklumi, tapi kalau keseringan pasti bikin ‘bete’ kan? Mau tau nggak cara ngadepinnya?

Untuk menghadapi temen yang satu ini pertama anda harus menyadari bahwa walau ia bertingkah kaya anak kecil, tetapi sesungguhnya ia sudah dewasa. Dan sebagai karyawan sudah semestinya ia bersikap profesional. Memang sih umumnya cara untuk menolaknya adalah dengan bersikap tegas. Misalnya dengan mengatakan, “Maaf aku nggak bisa bantu, kerjaanku juga lagi banyak”.

Tetapi ternyata cara tersebut dirasakan kurang efektif. Menurut mereka yang pernah mengalami hal seperti ini, cara yang paling ampuh untuk menghadapinya adalah dengan cara bersikap seperti anak kecil juga. Sehingga ia merasa mendapat ‘lawan’ sebaya. Misalnya dengan mengatakan, “Aaah nggak mau ah…aku juga lagi banyak kerjaan nich”. Kalau perlu ucapkan penolakan anda sambil berlalu darinya. Dengan demikian ia sadar bahwa anda nggak mau diganggu.

Kalau ia terus memaksa, ya terpaksa anda katakan dengan lugas bahwa ia tidak bisa bertahan dengan sikapnya yang kekanakan. Karena selain merugikan dirinya sendiri juga sangat menggangu orang lain. Jangan lupa untuk mengatakan bahwa anda bersikap demikian karena masih peduli padanya. Selanjutnya, tunggu aja reaksinya, apakah masih kekanakan atau sudah berubah jadi mandiri.

Kalau tidak berubah juga, mungkin pihak andalah yang harus pandai bersikap. Jika anda melihatnya mulai menghampiri anda dan ada gejala untuk meminta berbagai bantuan, mungkin anda harus belagak sibuk berat. Sehingga kalau ia mulai mengganggu anda, anda bisa lebih mudah ‘ngelesnya’.

 (source : rileks.com)