• jobs in sales , sales jobs
  • Terbaru

  • Pilih Topik

Jika Putus Dengan Teman Sekantor

Sepasang anak manusia yang saling jatuh cinta dan pacaran dalam kantor yang sama sudah sering terdengar kisahnya. Tapi bagaimana kalau jalinan cinta dengan teman sekantor itu putus di tengah jalan? Cukup manusiawi jika putus cinta yang anda alami, terlebih dengan rekan sekantor, menyebabkan anda frustasi, patah hati, depresi atau bahkan mau mati.

Bisa dimaklumi kok kalau tiba-tiba anda merasa lemah, nggak bergairah, dan malas datang ke kantor. Anda malas bertemu dengan mantan kekasih di kantor. Belum lagi menghadapi pertanyaan rekan-rekan tentang hubungan anda dengan ‘mantan’. Anda nggak siap mental harus bertemu setiap hari dengan mantan kekasih yang telah memberi sejuta kenangan manis. Akibatnya gairah kerja pun menurun drastis, malas bergaul, dsb. Kalau begini akibatnya segera stop perasaan sentimentil anda. Ingat, putus cinta bukan berarti putus juga karir anda.

Karena sayang sekali kalau dunia yang indah ini anda hiasi dengan kucuran air mata dan penyesalan yang nggak ada habisnya. Sebelum anda larut dalam kesedihan dan melakukan tindakan yang merugikan, coba simak tips di bawah ini:

* Jangan merubah potongan rambut secara drastis
Orang yang patah hati banyak yang melampiaskan kekesalannya dengan cara merubah model rambut dengan potongan super pendek. Bahkan ada yang lebih nekat mewarnainya dengan warna-warna mencolok. Jangan sekalipun berpikir melakukan tindakan ini. Tindakan ini nggak lebih dari sikap yang ‘childish’. Mantan kekasih anda akan menganggap bahwa anda sangat tertekan karena putus hubungan dengannya. Lebih baik anda bersikap dan berpenampilan seperti biasa. Walaupun sulit tapi cobalah menganggap bahwa putus cinta hanya peristiwa biasa yang tak patut disesali.

* Jangan mogok bicara
Banyak yang tiba-tiba berubah menjadi sangat pendiam karena putus cinta. Anda merasa sangat malas untuk berbicara dengan siapapun. Rasanya keceriaan anda berakhir hingga sampai disini. Sikap ini juga mengesankan bahwa anda sangat terpukul dengan berakhirnya hubungan dengan si dia. Padahal kalau anda ‘mogok bicara’ anda akan mengalami kerugian, selain orang lain nggak akan mengajak anda bicara, anda pun akan dicap nggak bisa mengontrol emosi. Maka tetaplah bicara sewajarnya. Jangan membuat orang lain ‘takut’ bicara dengan anda, karena sikap dingin anda.

* Jawablah pertanyaan tentang si dia
Wajar saja jika perpisahan anda dengannya menimbulkan tanda tanya di hati rekan-rekan anda. Jangan mengelak menjawab jika rekan anda menanyakan hubungan anda dengan dengan si dia. Katakan saja terus terang dan lugas bahwa anda dan dia sudah tidak ada hubungan apapun, kecuali sebatas ‘rekan kerja’. Kemudian jangan terpancing ‘curhat’ dengan setiap orang yang menanyakannya. Jika anda mau ‘curhat’ cukup kepada satu orang yang paling dekat dan paling anda percaya.

* Jangan mengindari pertemuan dengannya
Jangan bersikap kekanak-kanakan dengan selalu menghindar pertemuan dengannya atau ‘membuang muka’ setiap kali bertemu dengannya. Sikap ini jelas sangat tidak profesional. Akibatnya hubungan kerja anda dengannya pun akan terganggu. Berusahalah sekuat mungkin untuk tidak mencampuradukkan masalah pribadi dan urusan pekerjaan. Lupakan bahwa anda pernah ‘pacaran’ dengannya jika anda harus bekerja sama dengannya di kantor.

* Jangan bolos kerja
Kadang, sehari setelah peristiwa bersejarah putusnya hubungan anda dengan si dia di kantor, menyebabkan anda malas datang ke kantor dan memilih bolos kerja. Kalau ‘mantan kekasih’ anda tahu, bisa jadi ia akan mentertawakan anda. Anda dianggap sakit hati dengan keputusan ini. Selain itu anda pun akan kehilangan kesempatan mengaktualisasi kemampuan anda di kantor, walaupun cuma sehari.

* Jangan pindah kantor
Tekanan yang begitu berat karena putus dengan teman sekantor kadang membuat anda berpikir untuk ‘resign’. Anda nggak mau bertemu setiap hari dengannya dan anda nggak sudi bekerja sama dengannya. Satu-satunya jalan yang ada di kepala anda hanyalah ‘resign’. Padahal tindakan ini jelas sangat merugikan. Coba tekan keinginan anda untuk ‘hijrah’ ke kantor lain dengan cara mencari kesenangan postif di kantor. Cobalah untuk lebih memperluas pergaulan anda di lingkungan kerja anda. Jangan sampai putus cinta menyebabkan sosialisasi anda di kantor terhambat. Kalau perlu ikutilah aktivitas di kantor seperti menjadi anggota klub olahraga ataupun kegiatan lainnya di kantor. percayalah, dengan lebih membuka diri setelah putus cinta, anda akan menemui banyak hal bermanfaat ketimbang saat masih bersamanya.

Pendek kata, pekerjaan dan karir anda terlalu mahal jika harus dikorbankan untuk sebuah persoalan pribadi ‘putus cinta’. Percayalah jodoh nggak akan kemana, kalau putus dengan kekasih yang satu kantor, siapa tahu anda akan mendapatkan pasangan yang lebih ‘tajir’, who’s know?

 (source : rileks.com)

3 Responses

  1. Saat ini saya lagi mengalami itu. hati saya luluh lantak, carut marut ga jelas.. apalagi kami udah pacaran lama dan sangat dekat. kantor seperti neraka bagi saya.. tapi..sekuat tenaga saya berusaha dan mencari penghiburan dari Allah.

  2. gw jg sama putus sm mantan sekantor satu bagian lg jd tiap hari ketemu,duduknya bersebelahan lg,stres gak sich? tp gw sich yg salah jd diputusin dah tp pd dasarnya msh sayang jd kl pas ketemu moment yg tepat kita msh sayang2an,pelukan,ciuman,nangis abis mau balik jg gak bs pacar gw gak mau lepasin pusing nich,skarang gw mau coba lupain dia menghilangkan rasa sayang itu tp gmn ya diakan sll baik sm gw,please bantu gw donk solusinya gmn ya
    alasan gw diputusin krn gw duain dia

  3. kasiaaan dah lu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: